History of Pythagoras_


PythagorasSaat duduk di bangku sekolah pasti anda pernah mendengar nama pythagoras. Pythagoras adalah nama seorang filsuf Yunani yang lahir pada tahun 582 SM di Pulau Samos, Yunani, tepatnya di daerah Ionia. Ketika masih di bangku sekolah mungkin kita hanya mengenal Pythagoras dalam ilmu pelajaran matematika karena teorema pythagoras yang terkenal namun tidak begitu mengenal atau tahu tentang siapakah Pythagoras?? Berikut ini adalah sejarah singkat tentang Pythagoras. Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang dikenal melalui teoremanya yaitu Teorema Pythagoras.

Teorema Pythagoras :

Jika sebuah segitiga siku-siku mempunyai kaki dengan panjang a dan b dan hipotenusa dengan panjang c, maka a2 + b2 = c2.

Pythagorean proof.png

Bukti menggunakan segitiga sama

Teorema.png
\frac{d}{a} = \frac{a}{c} \quad \Rightarrow \quad d = \frac{a^2}{c}\quad (1)
\frac{e}{b} = \frac{b}{c} \quad \Rightarrow \quad e = \frac{b^2}{c}\quad (2)

Dari gambar  c = d + e \,\! . Dan dengan mengganti persamaan (1) dan (2):

 c = \frac{a^2}{c} + \frac{b^2}{c}

Mengalikan untuk c:

 c^2 = a^2 + b^2 \,\!.

Selain itu beliau juga dikenal sebagai Bapak Bilangan, Bapak Matematika, dan masih banyak lagi julukan lainnya. Dia berayah seorang pedagang kaya bernama Mnesarchus dari kota Tirus, Phoenicia. Mnesarchus dikenal sangat dermawan pada warga Samos sehingga mendapat anugrah sebagai warga kehormatan kota Samos. Ibu Pythagoras berdarah asli Samos, bernama Pythais yang dinikahi Mnesarchus untuk menyempurnakan statusnya sebagai warga kota Samos. Masa kecil Pythagoras penuh kebahagiaan dan semua kebutuhannya tercukupi dengan baik, mengingat ayahnya seorang saudagar kaya. Pythagoras kecil juga banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota mengikuti sang ayah. Ayahnya menyerahkan Pythagoras kepada Creophillus untuk diberi pendidikan secara khusus. Guru Creophilus mengakui bahwa Pythagoras memiliki kecerdasan luar biasa. Setelah dinyatakan lulus dari Guru Creophilus, Pythagoras selanjutnya berguru pada Pherekydes. Guru kedua itu juga memberikan banyak bekal pada Pythagoras mengenai filsafat, mistik dan mitologi. Pherekydes merupakan guru yang hebat dan selalu dikelilingi pemuda-pemuda yang ingin mempelajari berbagai hal.
Tahun 562 SM Pythagoras berlayar dari Samos ke Miletus untuk menemui filosuf Thales. Pada waktu itu sebenarnya, Guru Thales karena usianya sudah uzur tidak lagi mengajar. Thales lahir 625 SM, berarti ketika Pythagoras datang menemuinya, filosuf Thales sudah berusia sekitar 63 tahun. Tugas sehari-hari mengajar telah diserahkan pada murid seniornya, Anaximander.

Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton. Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”

Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam. Pada dasarnya kaum Phytagorean menganggap bahwa pandangan Anaximandros tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To Apeiron melepaskan unsur-unsur berlawanan agar terjadi keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka..

Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa sqrt{2}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing, adalah bilangan irasional, Pythagoras memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus. Itulah sejarah singkat tentang Pythagoras, kawand.

Referensi :

  1. http://www.ciputraentrepreneurship.com/
  2. http://www.wikipedia.org/

2 thoughts on “History of Pythagoras_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s